Network Layer (Ping dan Tracerouter)



1. Ping
Ping adalah salah satu program utilitas yang jarang diketahui dan terdapat pada perangkat komputer. Ping sendiri biasa digunakan untuk melakukan pengecekan status komputer pada jaringan berbasis teknologi internet atau TCP/IP, kita juga dapat mengetahui kecepatan koneksi internet, menstabilkan koneksi internet, dan masih banyak lagi.
Dengan menggunakan program atau fitur ini, maka pengguna dapat mengetahui apakah komputer yang digunakan sedang terhubung atau tidak dengan komputer lainnya. Dalam artian, mengetahui komputer kita apakah sedang online atau tidak. Dan status terhubung atau tidaknya suatu komputer ini bisa diketahui setelah pengguna menjalankan program ping lalu mengirimkan sebuah paket ke komputer tujuan yang berupa IP Address atau hostname. Adapun jika komputer yang dituju memberikan balasan paket maka artinya komputer kita sedang online atau sedang terhubung dengan komputer lainnya.
Secara umum, fitur Ping hanya dapat bekerja ketika komputer memiliki koneksi internet. Karena jika tidak, komputer tujuan tidak akan menerima dan membalas paket yang kita kirimkan sebelumnya. Dan tanpa koneksi internet, komputer tidak akan online dan serta tidak akan terhubung dengan komputer lainnya. Intinya, ping dan koneksi internet ini berkaitan erat.Ping berfungsi sebagai pelacakan konektivitas antar satu komputer dengan komputer lainnya dengan mengirim sebuah pesan Internet Control Message Protocol (ICMP) echo reply kepada IP Address yang ingin diujicoba konektivitasnya dan menunggu respon darinya. Berikut ini merupakan contoh penggunaan command ping pada ubuntu.
Seperti yang terlihat pada gambar, saya mencoba untuk melakukan ping ke origin.com dari hasil ping tersebut ada beberapa informasi yang didapat yaitu :
nomor IP target dalam kasus ini IP target yang kita ping adalah a104 – 93 – 203 – 142(origin.com)
ICMP_seq (icmp_seq = x) x yaitu merupakan nomer urut paket data yang dikirimkan. Jika pada contoh angkanya berurut dari 0 hingga 9, berarti setiap paket ICMP yang dikirim, direspon dengan baik dan tidak ada paket yang hilang. Dalam kasus lain, bisa saja angka icmp_seqs tidak teratur atau tidak berurutan. Jika hal itu terjadi, berarti ada paket yang hilang, rusak, atau entah kemana.
TTL, untuk ping defaultnya adalah 255. Setiap kali paket ping yang dikirim melewati router, maka angka TTL akan dikurangi 1. Andai saja ada router yang menerima paket yang TTL-nya 0, maka paket tersebut akan dibuang. Dalam kasus lain, bisa saja TTL-nya akan berubah jika ada gangguan pada jalur awal dan beralih pada jalur lain. Maksudnya, jika angka TTL-nya berbeda-beda, berarti paket yang dikirim melewati router yang berbeda-beda, dan kesimpulannya yaitu koneksi jaringan sedang tidak baik.
Informasi lamanya peket dibalas dalam milidetik. Sederhananya, berarti lamanya ‘pulang-pergi’ paket yang dikirim. Semakin besar angka yang ditampilkan, berarti semakin lama respon yang dberikan oleh target.
Beberapa Reply yang mungkin terjadi:
Reply From …, Artinya tidak ada masalah dengan jaringan kita (Card LAN, Kabel, alamat IP, hub/swich sudah OK).
Request Timed Out, Artinya komputer kita tidak terhubung dengan target baik secara fisik atau secara logic. Periksa kabel, firewall target, switch/hub, konfigurasi IP, atau hidup/matinyasi si target.
Destination Host Unreachable, Artinya alamat host/komputer target ada di luar jangkauan, atau kita tidak dalam satu jaringan. Untuk itu, periksa gateway atau settingan Router.Berikut ini merupakan contoh reply Destination Host Unreachable pada command ping
2. traceroute
Traceroute (Tracert) adalah perintah untuk menunjukkan rute yang dilewati paket untuk mencapai tujuan. Ini dilakukan dengan mengirim pesan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo Request Ke tujuan dengan nilai Time to Live yang semakin meningkat. Rute yang ditampilkan adalah daftar interface router (yang paling dekat dengan host) yang terdapat pada jalur antara host dan tujuan. Dengan traceroute, kita dapat menganalisis informasi mengenai lokasi router, tipe dan kapasitas interface, tipe dan fungsi router, serta batas-batas network yang dilalui, berdasarkan DNS interface yang dilalui. Untuk lebih memperjelas, berikut ini adalah contoh hasil traceroute ke google.com
seperti yang terlihat pada gambar, gambar diatas menunjukan koneksi yang stabil dimana hanya menunjukzn 11 hop(loncatan)  Waktu dalam satuan ms (millisecond) sama seperti halnya Hops, semakin kecil waktu perpindahan data, maka akan semakin baik /cepat  anda mengakses situs yang anda traceroute  tadi. Tetapi jika anda melihat pada hasil tracert ada tanda  *  atau pesan request timed out” pada hasil tracert anda, maka disitulah masalah yang ada pada koneksi internet anda.
Secara practical, traceroute digunakan sebagai bahan untuk menganalisa kemungkinan-kemungkinan penyebab tidak bisa mengakses suatu website.







Comments

Popular posts from this blog

menggunakan Hwinfo di ubuntu